10 Sifat Allah Dalam Asmaul Khusna

1.  Ar Rahman ( Yang Maha Pemurah )

Ar-Rahman berarti sifat kesempurnaan dan totalitas dari Allah dalam mengkaruniakan rizqi-Nya, tanpa membeda-bedakan apakah makhluq-Nya itu mukmin atau kafir, Muslim atau non-Muslim,jahat atau baik, bersahaja atau durjana.

Keberuntunganlah bagi setiap orang yang mampu mentauladani sifat rahman Allah, karena pribadi yang ia bawa akan memperlihatkan pesona yang sangat mengagumkan. Ketika kebanyakan orang membenci ras atau golongan yang berbeda, orang-orang yang mentauladani sifat rahman Allah malah akan memperlihatkan kasih sayangnya, meski ia berbeda dengan ras atau golongan tersebut.

Orang-orang yang memiliki sifat rahman dalam dirinya tidak akan pernah tenang melihat orang lain teraniaya. Melihat orang yang jahat dan dzalim, tumbuh dalam hatinya rasa kasihan untuk menolong mereka agar keluar dari hal itu. 

Al Baqarah Ayat 163 

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ( QS Al Baqarah 163 )

 


2. Ar Rahim (Yang Maha Penyayang)

Ar Rahim sebagai salah satu sifat Allah yang bermakna Maha Kasih, harus dipahami dengan baik. Tujuannya agar semakin kita memahami sifat-Nya ini, semakin tahu kita akan hikmah di balik nama tersebut. Bahkan harus menjadi bagian prioritas agar kita bisa mengikuti sifat-Nya ini. Dengan dijelaskannya sifat Allah ini, kita akan menyadari siapa Allah dan bagaimana mensikapi dan meniru apa yang bisa ditiru dari asma Allah yang satu ini.

Kata Pengasih selain memerlukan niat juga memerlukan objek. Seseorang tidak dapat dikatakan pengasih atau memiliki sifat kerahiiman jika tidak disertai niat dalam berbuat. Ketika kita memberikan sesuatu kepada orang lain tapi tidak disertai niat, maka ini belum termasuk pengasih. Atau kita ingin memberi, tapi kita tidak memberinya padahal kita mampu, itupun belum termasuk pengasih. Jadi, yang termasuk memiliki sifat kerahiiman adalah orang yang selalu berniat ingin membantu, menolong orang lain dan dia mengeluarkan segala kemampuannya untuk membantu, inilah yang disebut memiliki sifat rahiim.

Akan tetapi, pengertian Ar Rahiim yang sempurna dan menyeluruh adalah pemberian yang terus menerus kepada yang membutuhkan. Inilah yang dimaksud kalau kata pengasih memerlukan objek. tidak peduli seseorang butuh atau tidak butuh, layak menerima atau tidak layak menerima, sederhana atau tidak sederhana, kalau yang diberikan itu melimpah terus, maka inilah Ar Rahiim. Allah itu tidak pandang bulu. Ia mencurahkan semua pemberian-Nya, dan semua itu bukan untuk kepuasan Allah. Sebagai salah satu kelemahan manusia.

Allah memberi karena kepentingan-Nya. Allah memberi karena perhatian Allah kepada makhlu-makhluk-Nya. Makna Ar Rahiim itu menyeluruh bagi yang kufur maupun yang tidak kufur, shalih ataupun tidak shalih. Sesungguhnya Allah Maha Tahu kebutuhan hamba-Nya, maka Allah mensuplai dengan kekayaan-Nya yang Maha luas.

QS. Al Baqarah Ayat 128 

rabbanaa waij'alnaa muslimayni laka wamin dzurriyyatinaa ummatan muslimatan laka wa-arinaa manaasikanaawatub 'alaynaa innaka anta alttawwaabu alrrahiimu

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. ( QS Al Baqarah 128 )

3. Al Alim ( Yang Maha Mengetahui )

Dan Allah Maha Tahu, jeritan seorang anak yang rindu kepada ibunya, rintihan seorang yang teraniya disudut manapun. Allah Maha Tahu yang menangis karena sakit, tertawa karena gembira atau membara dilanda asmara.

Allah Maha Tahu setiap lirikan mata diantara kita juga Allah Tahu Setiap getaran hatinya, tidak ada yang tersembunyi. Oleh karena itu orang-orang yang yakin Allah Maha Tahu dia jauh akan lebih terpelihara akhlaqnya. 

Bahkan Allah Maha Tahu lamunan kita. Jadi Allah Maha Tahu segala kejadian. Allah jelas Maha Tahu masa lalu kita. Kita saat ini dihargai orang lain karena Allah yang menutupi, sehingga orang lain tidak tahu. Maka tidak usah bangga bila ada orang memuji dan menghormati biasa saja, dan tidak usah terluka kalau kita dihina dan dicaci karena memang kita hina.

QS. Al Baqarah Ayat 29

29. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

4. Al Waliyu ( Yang Maha Melindungi )

Al-Waliy terambil dari kata wau, lam dan ya yang artinya  dekat, lalu berkembang menjadi  pendukung,  pembela,  pelindung, dan yang semua bermakna kedekatan. Makna lain Al-Waliy adalah  mencintai . Dengan adanya rasa cinta, maka akan lahir pembelaan kepada yang dicintainya. Pembelaannya bahkan bisa habis-habisan. 

Allah Maha Mencintai makhluk yang diciptakan-Nya. Di antara makhluk-Nya ada yang kedudukannya sangat tinggi dan sangat dekat dengan-Nya. Jadi, Allah itu walinya orang beriman. 

Ciri kasih sayang Allah yang terbesar adalah dibimbing-Nya manusia dari kegelapan menuju cahaya. Karena itu, bila hidup kita ingin aman, jadilah orang yang disayang Allah SWT. Allah pun menciptakan sesuatu yang mengancam/berbahaya agar kita bisa dekat dengan-Nya. Intinya, Allah merancang setiap kejadian agar kita senantiasa berlindung kepada-Nya. Kegigihan berlindung itulah yang menjadikan diri kita bisa dekat dengan-Nya.

Kedekatan, pertolongan, dan perlindungan Allah bisa kita dapatkan dengan caranya belajar melidungi dan menolong makhluk-Nya yang lain. Tentu tidak identik dengan perilaku fisik. Kita bisa menolong mereka dengan do’a atau perhatian yang tulus. Mudah-mudahan, dengan melakukan hal tersebut, dari jiwa kita keluar prilaku yang santun, kasih sayang, mengahargai dan perilaku tolong menolong. Jika kita ingin ditolong dan dilindungi Allah, maka kita harus menolong dan melindungi orang lain.

Al-Waliy adalah sebuah sikap yang harus tertanam dalam jiwa kita. Untuk menanamkannya, kita harus terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan diri agar hidup kita menjadi jalan perlindungan dan kebaikkan bagi sebanyak-banyaknya orang. Perhatikan seorang ibu bagi anak-anaknya. Ia adalah perlindungan yang tidak bertepi bagi anak-anaknya, sehingga ia pun memiliki derajat mulia.

Jika kita mampu mengaplikasikan semua itu, kita akan merasakan kerinduan untuk bisa memberikan pertolongan dan perlindungan kepada ummat. Karenanya, distribusi kebaikan bagi banyak orang harusnya menjadi obsesi kita dimanapun kita berada.

Sungguh, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain. Itulah kunci pembuka kecintaan Allah. Belajarlah kepada cahaya matahari yang menerangi tanpa minta balas budi. Karena itu, marilah kita terus memperbaiki akhlaq. Jika semua itu sudah tertanam dalam diri, pintu perlindungan Allah Al-Waliy makin dekat.

 

QS. Al Baqarah Ayat 107

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. (QS Al Baqarah 107)

 

5. Ar Rozaaq ( Yang Maha Memberi Rizqi )

Allah Maha Kaya. Dialah Yang Menciptakan kebutuhan dan Yang Menciptakan jalan kebutuhan dan satu-satunya yang bisa menjamin kebutuhan kita. Allah menciptakan manusia begitu cermat. Allah yang Maha Tahu menyiapkan segala kebutuhan yang sudah ada di alam ini. Kebutuhan kita sudah lengkap. Allah ciptakan semua yang kita butuhkan dan Allah menjamin rejeki hamba-hamba-Nya.

Orang yang kaya adalah yang kaya batinnya dan tidak takut miskin. 

Dahulu Rasul terkesan dengan seekor burung yang pergi dengan perut kosong namun terus bergerak mencari rejeki dan pulang dalam keadaan kenyang. Daya tahan kita dalam bekerja diuji agar lebih tangguh. Kesulitan akan membuat kita mengucap doa-doa terbaik dan semakin kuat terhadap ujian yang menerpa diri kita. Tidak ada masalah dalam kesulitan karena yang menjadi masalah adalah sikap kita dalam menyikapinya.

Agar rezeki menjadi lebih barokah, kita harus meningkatkan dan melipatgandakan amal. Sudah saatnya kita memperbaiki orientasi hidup kita. Inilah saat kesulitan yang menghadang. Tingkatkan kemampuan untuk bersedekah. 

Hidup hemat dan menolong orang lain sebanyak-banyaknya Insya Allah makin menolong kita dalam menghadapi episode hidup ini. 

 

QS. Al Imran Ayat 37

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. QS Ali Imran 37 )

 

6. Al Adlu ( Yang Maha Adil )

Allah maha adil. Terhadap semua makhluk-nya baik itu menyangkut masalah dunia maupun akhirat. Segala macam bentuk apa saja ketentuan yang telah diberikan kepada makhluk-nya itu adalah merupakan yang terbaik buat makhluknya. 

Karena Allah SWT. Maha adil, maka manusia juga wajib berlaku adil dalam segala macam urusan.

Allah SWT berfirman :

 

QS. An Nahl Ayat 90

Artinya :“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan. Memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan, Dia memberi pengalaman kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran .” (QS. An-Nahl : 90 ).

 

7. Al Ghofar ( Yang Maha Pengampun )

Sebesar apapun dosa manusia yang telah diperbuat, bila dia mau bertaubat dan mohon ampun kepada Allah. Niscaya Allah akan mentgampuni segala macam kesalahannya itu, sebagaimana firman Allah SWT.

QS. Al Maidah Ayat 39
Artinya : Maka barang siapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang .” ( QS. Al Maidah 39 ).
Karena Allah SWT . maha mengampuni dan menerima taubat manusia, maka kita sebagai hamba-Nya, hendak selalu berusaha untuk bisa berlapang dada untuk bisa memaafkan atas kesalahan orang lain.
8. Al Hakim ( Yang Maha Bijaksana )
 
Segala macam kebijakan Allah SWT yang telah diberikan kepada mahluq-Nya itu adalah yang terbaik buat mahluq-Nya. Allah menciptakan sesuatu tidaklah sia-sia, Demikian pula dalam memberikan perintah dan ujian kepada manusia tidak mungkin diluar batas kemampuan manusia. Allah SWT tidaklah mungkin menyulitkan dan memberatkan hambanya, tentulah Allah akan memberi kelonggaran atau keringanan.
Allah SWT berfirman :
QS. Az Zukhruf Ayat 84

 

Artinya:”Dialah Tuhan (yang disembah) dilangit dan Tuhan (yang disembah) dibumi dan Dialah yang maha bijaksana lagi maha mengetahui”.(QS. Az Zukhruf : 84)

 

9. Al Malik ( Yang Maha Merajai )

Allah lah yang merajai semua yang ada di alam ini Dia memiliki sifat kekuasaan dan kesempurnaan yang mutlak, Allah maha kuasa atas semua apa yang ada di alam ini.sangat tidak pantas jika seorang manusia mempunyai kekuasaan lalu sombong dan lupa diri juga lupa akan dzat yang memberikan kekuasaan itu.

Allah SWT berfirman :

QS. Al Mu'minun Ayat 116

Artinya:”Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya, Tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan yang mempunyai Arsy yang mulia”.(QS. Al Mu'minun : 116).
10. Al Hasib ( Maha Penghitung )
 
Allah SWT akan memperhitungkan semua atas apa yang telah dilakukan oleh hambanya, sekecil apapun perbuatan baik yang telah diperbuat oleh manusia, Allah akan mencatat amal itu dengan kebaikan dan akan dibalas dengan kebaikan pula. Begitu juga sekecil apapun kejahatan yang telah dilakukan oleh manusia, Allah akan mencatatnya dan akan membalasnya dengan siksaan di akhirat nanti.
Allah SWT berfirman :
QS. Az Zalzalah Ayat 7
QS. Az Zalzalah Ayat 8 
Artinya:”Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihatnya pula”.(QS. Az Zalzalah : 7-8).

 

Pelajaran: