HAKIKAT GEOGRAFI

HAKIKAT GEOGRAFI – KELAS X (SM.1)

RUANG LINGKUP GEOGRAFI

Perkembangan ilmu geografi diawali dari pengenalam manusia
terhadap alam lingkungannya, baik yang mendukung maupun yang menghalangi
kehidupannya. Pengenalan itu tidak hanya terbatas pada wilayahnya sendiri,
tetapi sampai wilayah lain. Hal itu didorong oleh upaya untuk memenuhi berbagai
kebutuhan hidup yang tidak terdapat di wilayahnya.

Makin luasnya pengenalan dan pengetahuan tentang wilayah,
termasuk aspek alam dan budaya penduduk selanjutnya cerita perjalanan disajikan
dalam bentuk tulisan. Dokumen itulah yang kemudian menjadi sumber pengetahuan
Geografi.

PENGERTIAN GEOGRAFI

Kata Geografi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu GEO dan
GRAPHEIN. GEO artinya bumi dan GRAPHEIN artinya tulisan. Secara umum Geografi
berarti tulisan tentang bumi. Istilah Geografi pertama kali dikenalkan oleh
Erotosthenes dengan nama geographica.

Perhatian tentang bumi dalam geografi bukan hanya
berhubungan dengan fisik alamiah bumi dan bagian-bagian alam semesta yang
berpengaruh terhadap bumi saja, tetapi meliputi semua fenomena yang ada di
permukaan bumi, baik lingkungan fisik maupun sosial.

Hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya itu
disebut interasi yang merupakan inti kajian Geografi. Meskipun interaksi antara
manusia dan lingkungannya merupakan inti kajian Geografi, tetapi terdapat
berbagai pendapat mengenai hakikat, konsep, dan batasan geografi antara lain :

  • Bintarto (1981) : Geografi mempelajari hubungan
    klausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun
    menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan,
    kelingkungan dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan
    pembangunan.

  • Frank Febenham (1950) : Ia berpendapat bahwa
    tugas ahli geografi adalah sebagai berikut :
  1. Mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta.
  2. Menemukan hubungan antara kehidupan manusia dari
    lingkungan fisik.
  3. Menjelaskan interaksi antara kekuatan manusia
    dan alam.

  • James Fairgrive (1966) : Geografi memiliki nilai
    edukatif yang mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab
    terhadap kemajuan-kemajuan di dunia. Ia juga berpendapat bahwa peta sangat
    penting untuk menjawab pertanyaan “dimana” dari berbagai aspek gejala geografi.
  • Preston E. James (1959) : Geografi dapat
    dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan karena banyak bidang ilmu pengetahuan
    yang dimulai dari keadaan permukaan bumi, kemudian beralih pada studinya
    masing-masing.

 

  • Strabo (1970) : Geografi erat kaitannya dengan
    faktor lokasi, kareakteristik tertentu dan hubungan antar wilayah secara
    keseluruhan konsep tersebut disebut Natural
    Attribute of Place.

 

  • Seminar dan lokakarya Ikatan Geografi Indonesia
    (IGI)
    di Semarang tahun 1988 : Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan
    dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan
    kewilayahan dalam konteks keruangan.

Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai pengertian
geografi, tetapi para ahli sepakat adanya elemen-elemen yang sama dalam
geografi, yaitu sebagai berikut :

a.  Geografi termasuk ilmu pengetahuan bumi (earth science) dengan objek permukaan
bumi sebagai lingkungan hidup manusia dan lingkungan tempat manusia dapat
mengubah dan membangunnya.

b. 
Geografi memperhatikan persebaran manusia dalam
ruang dan hubungan manusia dengan lingkungannya. Ahli Geografi mencari cara
untuk memanfaatkan ruang dan sumber daya dengan menekankan pada pengelolaan
wilayah yang tepat.

c. 
Di dalam geografi terdapat unsur-unsur utama,
yaitu jarak, persebaran, interaksi dan gerakan (mobilitas).

PERKEMBANGAN PANDANGAN GEOGRAFI

Berdasarkan pengkajian dan analisis para ahli geografi,
pandangan terhadap geografi mengalami perkembangan, akan tetapi hingga saat ini
studi geografi dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu Geografi Sistematik (Geografi Ortodoks) dan Geografi Terpadu
(Geografi Terintegrasi).

A. GEOGRAFI ORTODOKS

Geografi Ortodoks adalah geografi yang bidang kajiannya
suatu wilayah (region) dan analisis terhadap sifat sistematiknya. Terdapat
empat kajian dalam geografi ortodoks, yaitu :

1. Geografi Fisik

2. Geografi Manusia

3. Geografi Regional

4. Geografi Teknik

B. GEOGRAFI TERINTEGRASI

Geografi terintegrasi merupakan kajian geografi dengan
pendekatan terpadu, yaitu integrasi elemen-elemen geografi sistematik yang
terdiri dari Geografi fisik dan geografi manusia dengan geografi regional yang
terdiri dari geografi regional zona dan geografi regional kultur.

Geografi terintegrasi dalam kajiannya menggunakan 3 (tiga)
analisis, yaitu analisis kelingkungan (keruangan), ekologi dan wilayah.

Pelajaran: